Rabu, 22 Oktober 2014

ODOH (171) Larangan Memegaang Kemaluan dgn Tangan Kanan

One Day One Hadist (171)
Larangan Memegaang Kemaluan dgn Tangan Kanan 


 - حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ وَلَا يَتَمَسَّحْ مِنْ الْخَلَاءِ بِيَمِينِهِ وَلَا يَتَنَفَّسْ فِي الْإِنَاءِ

- Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Hammam dari Yahya bin Abu Katsir dari Abdullah bin Abu Qatadah dari bapaknya dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan pada waktu kencing, Janganlah mengusap (membersihkan kotoran) dengan tangan kanan saat buang hajat, dan jangan bernafas di dalam bejana." ( HR. Muslim no 392)

Makna dan Faedah Hadist.

1. Hadist yang mulia ini mencakup tiga perkara dari nasehat dan faedah yang mahal harganya yang mendidik manusia agar menjauhi perkara-perkara yang kotor, berbahaya dan penuh dengan penyakit .

2. Pertama : larangan memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika kencing

3. Kedua : Larangan membersihkan kotoran ketika BAK / BAB dengan tangan kanan

4. Ketiga : Larangan bernafas didalam bejana ( tempat air)ketika minum.

5. Ulama berselisih pendapat apakah larangan tsb hukumnya HARAM atau MAKRUH ?
Ulama Dhahiriyyah berpendapat : haram karena berdasarkan dhahirnya hadist diatas
Jumhur Ulama mengatakan : Makruh, Karena larangan tersebut berbentuk ta’dzib ( utk mendidik)

6. Perintah menjauhi perkara-perkara yang kotor, namun seandainya terpaksa, maka hendaklah mengunakan (memegangnya) dengan tangan kiri.

7. Kemulian dan keutamaan kanan dibandingkan yang kiri

8. Islam menganjurkan umatnya utk Memperhatikan masalah kebersihan secara umum, terlebih. pada masalah makanan dan minuman, karena kotoran itu menyebabkan bahaya bagi kesehatan

9. Betapa tinggi dan mulianya syari’at islam dimana Allah tidak memerintahkan sesuatu melainkan pasi ada manfaatnya, dan tidaklah melarang sesuatu melainkan pasti ada bahaya dan mudharatnya,’

والله أعلم بالصواب 

Dinukilkan dr :Kitab Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1,Bab dukhulul kholak wal istithobah hadist ke 15 hal : 34-35 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh, KSA 1420 H)  Oleh : SAS. (Sulaiman Abu Syeikha)

Nb: dikarenakan BB Ini dah mulai lemot bisa error dgn tiba2 maka ana akan alihkan BC ODOH dan materi ilmiha ke pin berikut :

2837AECC
(A/n Ibnu Umar Islamic School).

silahkan Invite pin tsb
Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan

ODOH (170) Istinja' Dgn Air

One Day One Hadist (170)
Istinja' Dgn Air 


  - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ الْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلَامٌ إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً يَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ تَابَعَهُ النَّضْرُ وَشَاذَانُ عَنْ شُعْبَةَ الْعَنَزَةُ عَصًا عَلَيْهِ زُجٌّ

- Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Atha' bin Abu Maimunah ia mendengar Anas bin Malik berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam WC untuk buang hajat, lalu aku dan seorang temanku membawa bejana berisi air dan sebatang kayu (tongkat) untuk beliau gunakan beristinja'. Hadits ini kuatkan oleh An-Nadlr dan Syadzan dari Syu'bah, "Al Anazah adalah tongkat yang ujungnya ada besi. (Hr. Bukhari (148) Idem, Muslim (399), Nasa'i (45)).

Makna Dan Faedah Hadist.

1. Ghulam maknanya anak yg sudah mumayyiz (membedakan baik dan buruk ) hingga mau mencapai umur balligh

2. Anas bin Malik pelayan Rasulullah menjelaskan bahwasannya Rasulullah ketika hendak buang hajat beliau datang dgn anak kecil membawa dan menyiapkan air untuk bersuci dari kotoran.

3. Mengunakan air utk beristinja' (membersikan kotoran ) lebih utama dari pada mengunakan batu, krn air itu lebih membersihkan, boleh juga mengabungkan keduanya, , imam nawawi berkata : " ijma' salaf dan khalaf sepakat dan ahlul fatwa dari ulama seluruh negri bahwa yg palling utama mengunakan. Air dan batu, dimana mengunakan batu terlebih dahulu utk meringankan najisnya, dan mencegah semaksimal mungkin tangan tidak menyentuh kotoran, kemudian baru mengunakan air. Kalau seandainya suduh mencukupi salah satu dari keduanya , maka boleh mengunakan batu saja atau air saja , tapi mengunakan air lebih utama dari pada batu'
'
4. Seorang muslim harus menyiapkan air ketika buang hajat agar tidak perlu lagi berdiri untuk mengambil air yg bisa menyebabkan terkena percikan najis.

5. Penjagaan (para sahabat ) terhadap rasulullah agar tidak ada seorannngpun melihat aurat beliau, krn melihat aurat oranng lain itu hukumnya haram, maka anas menancapkan tongkat yg ada besinya ketanah, kemudian memasang kain sebagai penutup, (dan beginilah seharusnya seorang muslim berusaha menutup auratnya ketika buang hajat, pent.)

6. Bolehnya minta tolong kpd anak kecil (jika mampu).

والله أعلم بالصواب 

Dinukilkan dr :Kitab Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1,Bab dukhulul kholak wal istithobah hadist ke 14 hal : 33-34 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh, KSA 1420 H)
Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan
S

ODOH (169) Hukum BAB / BAK Membelakangi Kiblat Jika Dibalik Dinding

One Day One Hadist (169)
Hukum BAB / BAK Membelakangi Kiblat Jika Dibalik Dinding .


١ - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ عَمِّهِ وَاسِعِ بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَقِيتُ عَلَى بَيْتِ أُخْتِي حَفْصَةَ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدًا لِحَاجَتِهِ مُسْتَقْبِلَ الشَّامِ مُسْتَدْبِرَ الْقِبْلَةِ

. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr al-Abdi telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar dari Muhammad bin Yahya bin Hibban dari pamannya Wasi' bin Habban dari Ibnu Umar dia berkata, "Saya memanjat rumah saudariku, Hafshah. Maka saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk untuk buang hajatnya dalam keadaan menghadap Syam dan membelakangi kiblat." (HR. Muslim (391) Ahmad (4377)

Penjelasan Dan Faedah Hadist.

1. Ibnu umar menyebutkan bahwa suatu hari beliau datang kerumah saudaranya yaitu : Hafsah (istri Nabi) kemudian melihat Nabi buang hajat dgn menghadap ke syam dan membelakangi kiblat.

2. para ulama berselisih pendapat ttg menghadap atau membelakangi kiblat tatkala buang hajat sbb :

*A. Haram mutlak meenghadap / membelakangi kiblat , ini pendapat menurut sekolompook ulama dgn dalil hadist riwayat abu ayyub al anshari (odoh kemarin) mujahid, nakha'i, sufyan ast stauriy, pendapat ini didukung oleh abu hazm (dalam al muhalla) , ibnu taimiyyah dan ibnu qayyim ( dalam zadul ma'ad dan tahdzibus sunnah), ulama ini berhujjah dgn dalil2 yg shahih.

*B. Membolehkan secara mutlaq menghadap kiblat atau membelakang, ini pendapat urwah bin zubair, rabi'ah, dawud adh dhahiri, mereka berdalil dgn hadist ibnu umar ini .

*C. Sekelompok ulama seperti imam malik, imam syaf'ii , Ahmad , ishaq mereka meriwayatakan dr
Abdullah bin umar dan sya'bii berpendapat secara terperinci sbb :
- haram menghadap / membelakangi kiblat jika buang hajat ditempat terbuka tanpa dinding pembatas .
- Boleh jika ditempat / bangunan yang tertutup oleh tembok / pembatas

Syeikh ali bassam berkata : dan inilah (pendapat ke 3 ) yang benar اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ krn menjaama' (mengabungkan) beberapa dalail syar'ii yg shahih dan jelas.

*D. Pendapat ini menguatkan pendapat ke-3 yaitu makruh menghadap/membelakangi kiblat ketika buang hajat dalam ruangan/bangunan tertutup.

Imam shon'anii mengattakan : dua hadist ini ( odoh 168 dan 169) seolah-olah bertentangan tsb harus dijama' (dijadikan satu) dgn hasil (mengatakan) makruh menghadap/membelakangi kiblat ketika buang hajat dalam ruangan/bangunan tertutup, bukan haram waalaupun menyelisihi asal hukum larangan, tetapi pendapat ini mempunyai dalil yg menunjukkan perbuatan Rasulullah yg membolehkan buang hajat menghadap/membelakangi kiblat (jika dlm ruangan tertutup ) inilah pendapat yg benar menurut shon'ani oleh krn itu hilanglah pertentangan yg terdapatt dalam 2 hadist ini.

Berkata syeikh Ali bassam : ' sebaiknya kita berpaling dr arah kiblat ketika buang hajaat walaupun dalam ruangann tertutup krn dikhwatirkan terjerumus dalam larangan tsb.

والله أعلم بالصواب

Dinukilkan dr :Kitab Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1,Bab dukhulul kholak wal istithobah hadist ke 13 hal : 32-33 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh 1420 H)

Oleh : SAS : 287302DE
(Sulaiman Abu Syeikha)

Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan

Kamis, 16 Oktober 2014

ODOH (168) Larangan BAK / BAB menghadap/Membelakangi Kiblat



One Dan One Hadist (168)
Larangan BAK / BAB menghadap/Membelakangi Kiblat 


٠ - حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى وَعَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أَيُّوبَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

- Telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari 'Atha' bin Yazid Al Laitsi dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendatangi masuk ke dalam WC, maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya." Abu Ayyub berkata, "Ketika kami datang ke Syam, kami dapati WC rumah-rumah di sana dibangun menghadap kiblat. Maka kami alihkan dan kami memohon ampun kepada Allah Ta'ala." Dan dari Az Zuhri dari 'Atha berkata, aku mendengar Abu Ayyub dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti ini." (HR.Bukhari (380) idem: Muslim (388), Abu dawud (8) Tirmidzi (8), Ahmad (7064,22457) Darimi (662,663))

Faedah Hadist. :

1. Dalam hadist ini Rasulullah memberikann tuntunan, adab dan tataa tertib buang hajat (BAK / BAB)

2. Rasulullah melarang menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat krn ka'bah adalah kiblaat shalat dan merupakan tempat yg suci dan mulia, jika terlanjur menghadapnya atau membelakangi segera merubah posisi agar tidak menghadap / membelakangi ka'bah.

3. Sesungguhnya perintah dan larangan pembuat syari'at ( Allah dan RasulNya) itu bersifat umum utk semua umat beliau, ini adalah hukum asalnya, naamun kadang2 bersifat khusus utk sebagian umatnya seperti masalah ini dmana Rasulullah memerintahkan " tetapi menghadaplah ke timur atau kebarat " kpd penduduk madinah ataau yg searah dgnnya yg mana jika menghadap ketimur atau kebarat tidak menghadap kiblat. (Berbeda utk umat islam diinonesia dan sekitarnya harus menghadap ke utara dan selatan agar tdk mengahadap kiblat )

4. Hikmah larangan tsb adalah utk menjaga kemualian dan keagungan ka'bah, keharusan menghormatinyaa disebutkan dalam hadist yg marfu ;

- "إذا أتى أحدكم البراز فليكرم قبلة اللَه عز وجل ولا يستقبل القبلة". حديث مرفوع

Jika salah satu diantara kalian hendak buang hajat makahendaklah memuliakaan kiblat Allah ta'alaaa dan janganlah menghadaap kiblat 

5. Yg dimaksud istighfar disini adalah mengucapkan dalam hati bukan dgn lisan krn dzikir kpd Allah ketika buang hajat / dalam kondisi aauratnya terbuka adalah dilarang.

والله أعلم بالصواب

Dinukilkan dr :Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1,Bab dukhulul kholak wal istithobah hadist ke 12 hal : 31-32 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh 1420 H)
Oleh : SAS : 287302DE
(Sulaiman Abu Syeikha)

Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan

ODOH (167) Sunnahnya Berdoa Ketika Masuk WC

One Day One Hadist (167)
Sunnahnya Berdoa Ketika Masuk WC


  -حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ تَابَعَهُ ابْنُ عَرْعَرَةَ عَنْ شُعْبَةَ وَقَالَ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ إِذَا أَتَى الْخَلَاءَ وَقَالَ مُوسَى عَنْ حَمَّادٍ إِذَا دَخَلَ وَقَالَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ
 
Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdul 'Aziz bin Shuhaib berkata, aku mendengar Anas berkata, "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ingin masuk ke dalam WC, maka beliau berdo'a: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHBA`ITS (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan) '. Dan hadits ini dikuatkan oleh Ibnu 'Ar'arah dari Syu'bah, dan Ghundar berkata dari Syu'bah ia berkata, "Jika mendatangi WC." Dan Musa dari Hammad, "Jika masuk." Dan Sa'id bin Zaid berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz, "Jika mau masuk." (HR. Bukhari (139,5847) idem : muslim (563,4899) Tirmidzi (6), Ibnu majah (294), Ahmad (1150,11545), Darimi (667)

Gharibul Hadist

1.Arti الْخُبُثِ adalah setan laki-laki atau bermakna juga seluruh keburukan dan kejelekan, dan inilah makna yg paling menyeluruh, yaitu berlindung dr segala kejelekan dan juga dr maklhluq yg berbuat jelek

2. Arti. الْخَبَائِثِ adalah: mencakup seluruh keburukan / setan perempuan. Maka orang yg mengucapkan doa ini hendaklah memperhattikannya.

Makna & Faidah Hadist :

1. Anas bin malik memiliki kemuliyaan dan kehormatan krn melayani rasulullah , beliau mengajarkan kepada kita melalui hadist ini tentang tata cara / adab Rasulullah ketika buang hajat.

2. Rasulullah adalah orang yg banyak berharap dan berlindung kpd Allah dan tidak pernah meningalkan dzikir dan minta toolong kpd Allah dalam kondisi apapun.

3. Rasulullah apabila mau masuk ke tempat buang hajat (WC) maka beliau berlindung kpd Allah, dan minta tolong kpd Allah agar menjaganya dari kejelekan diantaranya : dari hal-hal yg najis dan di jaga dr setan yg berupaya sekuat tenaga utk mengoda dan merusak serta menghancurkan kaum muslimin dalam perkara agama dan ibadah mereka .

4. Dianjurkan utk membaca doa ini ketika mau masuk WC utk buang hajat, agar Allah melindunginya dr setan yg mau merusak agama/shalat seroang hamba.

5. Termasuk gangguan setan yaitu : menyebabkan pakaian / badan seseorang terkena najis , yg menyebabkan rusaknya shalat seseorang, krn itu kita disuruh berlindung kpd Allah dr setan / yg demikian itu

6. Wajibnya menjaauhi hal-hal yg najis dan berusaha mengerjakan sebab yg bisa menyelamatkan kita dr najis tsb dan tlh dijelaskan dlm hadist yg shahih bahwasannya tdk berhati2 dr air kencing (najis) termasuk dr sebab2 seseorang akan disiksa dalam kuburnya.

7. Rasulullah saja orang yg maksum dan dilindungi oleh Allah dan dijamin masuk surga merasa khawatir jatuh dalam kejelekan (krn godaan setan) dan orang2 makhluq yg berbuat jelek, maka selayaknya kita lebih takut lagi dr perkara2 tersebut dan berhati2 dalam menjalankan agama ini dan berhati2 dai musuh2 agama.

Dinukilkan dr : Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1,Bab dukhulul kholak wal istithobah hadist ke 11 hal : 30-31 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh 1420 H)
Oleh : SAS : 287302DE
(Sulaiman Abu Syeikha)

Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan

ODOH (166) Larangan BAB/BAK Diair Yg Tenang

One Day One Hadist (166)
Larangan BAB/BAK Diair Yg Tenang


  - حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَبُلْ فِي 
الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ تَغْتَسِلُ مِنْهُ

- Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata, ini yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Rasulullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jangalah kamu kencing pada air yang menggenang yang tidak mengalir, kemudian kamu mandi darinya." (HR. Muslim (425) idem Bukhari (232) , Abu Dawud (63), Tirmidzi (63) Nasai (57,58,221, 394) Ahmad (7213,7285).

Dalam riwayat lain :

أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ

Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian mandi dalam air yang menggenang (diam), sedang dia dalam keadaan junub." (Hr. Muslim (426) idem Bukhari (232) Abu Dawud (63) Nasai (220,221) dll ))

Faedah Hadist :

1. Rasulullah Melarang BAK pada air yg tergenang dan tidak mengalir, seperti : kolam dsb , terlebih jika buang BAB, baik airnya sedikit atau banyak .

2. Akan tetapi jika airnya mengalir ( seperti parit, sungai , dsb ) maka air yg terkena kotoran tdk najis, dan boleh digunakan utk kebutuhan2 yg banyak selain bersuci dr hadast.

3. Rasulullah Melarang mandi dgn mencelupkan /memasukkan seluruh tubuh kedalam air yg tidak mengalir, apalagi disaat junub , walaupun tdk kencing diair tsb, sebagaimana hadist keedua diatas, adapaun yg disyariatkan adalah mencinduk atau mengambilnya bukan mencelupkan seluruh badan.

4. Boleh mandi dgn memasukkan semua badan atau kencing pada air yg mengalir namun yg paling baik adalah menjauhi hal tsb.

5. Dilarang secara umum menganggu orang lain atau segala sesuatu yg bisa membuat permusuhan.
Semoga bermanfaat

Dinukil dr Kitab Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1, hadist ke : 5 hal : 17-19 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh 1420 H)
Oleh : SAS : 287302DE
(Sulaiman Abu Syeikha)
Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan

ODOH (165) Wajibnya Menyempurnakan Wudhu

One Day One Hadist (165)
Wajibnya Menyempurnakan Wudhu


٠ - حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ وَكَانَ يَمُرُّ بِنَا وَالنَّاسُ يَتَوَضَّئُونَ مِنْ الْمِطْهَرَةِ قَالَ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ فَإِنَّ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ

 Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah berkata saat dia lewat di hadapan kami, sementara saat itu orang-orang sedang berwudlu, "Sempurnakanlah wudlu kalian! Sesungguhnya Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tumit-tumit yang tidak terkena air wudlu akan masuk neraka."
(Hr Bukhari (160) idem : Muslim (353-358) Abu Dawud (89,747) At Thirmidzi (39) Nasai (109,110) ibnu Majah (444-448) Ahmad (6589,6617,6806))


Penjelasan Hadist :

1. Rasulullah memperingatkan agar jangan sampai meremahkan masalah2 wudhu, dan jangan mengurranggi anggota2 wudhu dgn tdk sempurna membasuhnya .

2.Wajibnya menyempurnakan wudhu dgn membasuh anggota wudhu dengan merata (termasuk tumit ketika membasuh kaki), dan tidak boleh adannya celah sedikitpun dari anggota wudhu yang tidak terkena air, hal ini. ditunjukkan hadist diatas dr larangan Rasulullah terhadap tumit yg tdk terkena air dan dalil2 lainnya ttg hal ini.

3. Ancaman yg keras terhadap orang yg meninggalkan celah pada salah satu dr anggota tubuh yg tdk terbasuh /terbasahi air ketika wudhu.

4. Wajibnya membasuh kaki ketika wudhu ( tidak hanya diusap sebagaimana orang2 syi'ah yang hanya mengusap kaki ketika berwudhu dan mereka selalu dan senantias menyelisihi jumhur ulama bahkan menyelisihi hadist shahih tentang ajaran dan perbuatan Rasulullah yg telah beliau ajarkan kpd para sahabatnya , sebagaimana mereka menyelisihi qiyas yg lurus yg menjelaskan bahwa membasuh kedua kaki jauh lebih utama dan lebih bersih dibanding dgn sekedar mengusap dan pendapat inilah yg paling rajih dan benar.

Dinukil dari :
Kitab Taisiril Alam Syarah 'Umdatul Ahkam karya As Syeikh Abdullah Alu Bassam , jld 1, hadist ke 3, Hal : 14 Cet. Maktabah Ar Rusdi Riyadh 1420 H)
 SAS : 287302DE
(Sulaiman Abu Syeikha)

Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم

Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan