حتى تكون أسعد الناس-4
SEHINGGA MENJADI ORANG YANG
PALING BERBAHAGIA-4
· اقبل الناس على ما هم عليه وسامحْ ما يبدرُ منهم , واعلمْ أن هذه هي سنة اللهِ في الناسِ والحياةِ .
·
hadapilah manusia itu dengan apa adanya dan maafkanlah apa yang
mereka lakukan , ketahuilah bahwa ini merupakan sunnah Allah pada
manusia dan kehidupan itu sendiri.
· لا تعشْ في المثاليّاتِ بل عشْ واقعَك , فأنت تريدُ من الناسِ ما لا تستطيعه فكنْ عادلاً.
·
jangan hidup dalam idealisme-idealisme, tapi hiduplah dengan
realita, sebab dengan hidup dalam idealisme, sama saja dengan anda
menginginkan dari orang lain apa yang tidak dapat anda lakukan, karena
itu jadilah orang yang obyektif ( dalam neghadpai kenyataan ).
· عشْ حياة البساطةِ وإياكَ والرفاهيةَ والإسراف والبَذْخَ فكلما ترفَّهَ الجسمُ تعقَّدتِ الروحُ .
·
hiduplah sederhana dan jauhi semua bentuk foya-foya dan pemborosan
sebab setiap kali badan diajak foya-foya maka jiwa akan semakin
terhimpit.
· حافظْ على أذكارِ المناسباتِ فإنها حفظُ لك وصيانةٌ , وفيها من السدادِ والإرشادِ ما يصلحُ به يومُكَ .
·
lakukanlah dzikir-dzikir tertentu ( seperti doa pagi & petang
dsb ) , sebab dia akan menjadi penjaga dan pelindung anda, dan
didalamnya ada kebenaran dan petunjuk yang akan membuat waktu-waktu anda
menjadi lebih bermakna.
· وزّعِ الأعمالَ ولا تجمعْها في وقتٍ واحدٍ ، بل اجعلْها في فتراتٍ وبينها أوقاتُ للراحةِ ليكنْ عطاؤُك جيداً .
·
Rencanakan pekerjaan-pekerjaan itu dengan matang dan jangan
menggabungkannya menjadi satu waktu ( dengan menunda-nundanya ) akan
tetapi kerjakanlah pekerjaan anda dalam rentang waktu yang cukup dan
luangkanlah beberapa waktu diantaranya untuk beristirhat agar optimal.
· انظرْ إلى من هو دونك في الجسمِ والصورةِ والمالِ والبيتِ والوظيفةِ والذريةِ ، لتعلمَ أنك فوقَ ألوفِ الناسِ .
·
lihatlah orang yang lebih rendah dari anda dalam hal ( kesempurnaan
) tubuh dan bentuk rupa, harta, rumah , pekerjaan, dan keluarga, agar
anda mengerti bahwa yang lebih rendah dari anda dalam hal-hal tersebut
masih ada ribuan jumlahnya.
· تيقّنْ أن كل من تعاملُهم من أخٍ وابنٍ وزوجةٍ قريبٌ وصديقٌ لا يخلو من عيبٍ، فوطِّنْ نفسَك على تقبلِ الجميعِ .
·
Tanamkan keyakinan dalm diri anda bahwa siapa saja yang menjalin
komukasi dengan anda tidak terlepas dari cela, baik itu saudara, anak,
istri, kerabat, maupun teman, karenanya persiapkan diri anda untuk
menerima itu semua.
· الزمِ الموهبة التي أعطيتها، والعلمَ الذي ترتاحُ له، والرزقَ الذي فُتِح لك ، والعمل الذي يناسبُك.
·
maksimalkan dan tekuni bakat yang dianugerahkan kepada diri
anda, dan ilmu yang anda sukai , rizki yang dikarunaiakan kepada diri
anda, dan pekerjaan yang cocok untuk anda.
· إياك وتجريح الأشخاصِ والهيئاتِ، وكن سليمَ اللسانِ ،طيبَ الكلامِ ، عَذْبَ الألفاظِ ، مأمونَ الجانبِ .
·
hati-hatilah, jangan sekali-kali melukai perasaan seseorang dan
kelompok, jadikan lisan itu lurus, bicaralah yang baik, tutur kata yang
sejuk , dan isi pembicaraannya terjaga dari hal-hal yang buruk dan keji
· اعلمْ أن الاحتمالَ دفنٌ للمعائب ،والحلمَ سترٌ للخطايا , والجودَ ثوبٌ واسعٌ يغطي النقائصَ والمثالبَ .
·
ketahuilah bahwa kesabaran itu akan mengubur segala aib , ketabahan
itu akan menjadi penutup bagi kekeliruan, dan kedermawanan itu adalah
pakaian yang besar yang akan menutup semua kekurangan dan cacat.
Rabu, 08 Oktober 2014
Menjadi Manusia Yang Berbahagia 3
حتى تكون أسعد الناس-1
SEHINGGA MENJADI ORANG YANG
PALING BERBAHAGIA-1
· الإيمانُ يُذْهِبُ الهموم ,ويزيلُ الغموم , وهو قرةُ عينِ الموحدين , وسلوةُ العابدين .
· keimanan menghapuskan keresahan dan melenyapkan kegundahan, keimanan adalah kesenangan yang di buru oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang ahli ibadah .
· ما مضى فاتَ , وما ذهبَ ماتَ ,فلا تفكرْ فيما مضى , فقد ذهب وانقضى .
· yang telah berlalu dan yang telah pergi telah mati, jangan dipikirkan yang telah berlalu, karena telah pergi dan selesai
· ارض بالقضاءِ المحتومِ , والرزقِ المقسومِ , كلُّ شيءٍ بقدرٍ ، فدعِ الضَّجَرَ .
· terimalah qodho' yang telah pasti dan rizki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka segala sesuatu itu ada ukurannya, karenanya buanhlah kegelisahan
· ألا بذكر اللهِ تطمئنُّ القلوبُ , وتحطُّ الذنوبُ , وبه يرضى علاّمُ الغيوبِ , وبه تفرجُ الكروبِ .
· ketahuilah bahwasanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram, dosa akan diabaikan, Allah akan menajdi ridha, dan tekanan hidup akan terasa ringan.
· لا تنتظرْ شكراً من أحدٍ , ويكفي ثواب الصمدِ , وما عليك ممَّنْ جحدَ , وحقدَ, وحسدَ.
· jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama , cukuplah pahala dari dzat yang bergantung kepadaNya segal sesuatu, tak ada yang harus anda lakukan terhadap orang yang membangkang, mendengki , dan iri.
· إذا أصبحت فلا تنتظرِ المساء , وعشْ في حدودِ اليومِ , وأجمعْ همَّك لإصلاحِ يومِك .
· ketika waktu pagi jangan menunggu sampai sore, hiduplah dalam batasan hari ini, kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik dari hari ini.
· اتركِ المستقبلَ حتى يأتي , ولا تهتمَّ بالغدِ ؛ لأنك إذا أصلحت يومك صلح غَدُكَ .
· biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri, dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok, karena jika anda melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik.
· طهِّرْ قلبك من الحسدِ, ونقِّهِ من الحقدِ , وأخرجْ منه البغضاء , وأزلْ منه الشحناءَ.
· bersihakn jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri, keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan yang ada dalam jiwa.
· اعتزلِ الناس إلا من خيرٍ , وكن جليس بيتِك , وأقبلْ على شأنِك , وقلِّلْ من المخالطةِ .
· hindarilah sesama manusia kecuali untuk perbuatan baik, jadilah orang yang senantiasa berada didalam rumahnya, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri anda, dan kurangilah berbaur dengan banyak orang ( yang tidak membawa manfaat ) .
· الكتابُ أحسنُ الأصحابِ , فسامرِ الكتب , وصاحبِ العِلْمَ , ورافقِ المعرفة .
· buku adalah teman yang paling baik, bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.
· الكونُ بُني على النظامِ , فعليك بالترتيبِ في ملبسِك وبيتِك ومكتبِك وواجبِك
· semesta ini dibangun diatas sebuah keteraturan, karena itu, pakaian, rumah, meja, dan kewajiban, anda harus dikerjakan dengan rapi.
· اخرجْ إلى الفضاءِ , وطالعِ الحدائق الغناء وتفرَّجْ في خَلْقِ الباري وإبداعِ الخالقِ
· keluarah ketempat yang lapang, lihatlah kebun nan indah, dan sibaklah ciptaan dan kreasi sang pencipta
· عليك بالمشي والرياضةِ , واجتنبِ الكَسَلَ والخمولَ, واهجرِ الفراغَ والبطالةَ .
· anda harus berjalan-jalan dan olah raga, jauhi kemalasan dan ketidak berdayaan, tinggalkan kehampaan dan pengangguran.
· اقرأ التاريخَ ، وتفكرْ في عجائبهِ ، وتدبْر غرائبَه واستمتعْ بقصصِه وأخبارِه .
· bacalah sejarah, pikirkanlah keajaiban-keajaiban , dan renungkanlah keanehan-keanehan, simak kisah-kisah dan kabar-kabarnya.
· جدِّدْ حياتَك , ونوِّعْ أساليبَ معيشتِك , وغيِّرْ من الروتينِ الذي تعيشُه .
· Perbaruilah hidup anda, jadikan hidup anda lebih berfariasi, dan ubahlah rutinitas hidup anda.
· اهجر المنبهاتِ والإكثار منها كالشاي والقهوةِ, واحذرِ التدخين والشيشةَ وغَيْرَها.
· Jauhilah dan kurangi makanan-makanan perangsang misalnya, kopi dan teh, dan hati-hatilah terhadap rokok, syisya, dan yang lain semisalnya.
· اعتنِ بنظافة ثوبِك وحسنِ رائحتِك وترتيبِ مظهرِك مع السواكِ والطيبِ .
· Perhatikan kebersihan pakaian anda, dan perhatikan bau badan, perhatikan penampilan luar, jangan lupa mengosok gigi dan memakia parfum .
· لا تقرأْ بعض الكتبِ التي تربِّي التشاؤمَ والإحباطَ واليأسَ والقنوطَ .
· Jangan membaca sebagian buku-buk yang memanjakan pesisime dan rasa putus asa dan penyesalan.
· تذكرْ أن ربَّك واسعُ المغفرةِ يقبلُ التوبة ويعفو عن عباده , ويبدلُ السيئاتِ حسناتٍ .
· Ingatlah bahwa Rabb itu sangat luas ampunanNya, maha menerima taubat, mengampuni hamba-hambaNya dan mengantikan keburukan dengan kebaikan.
· اشكرُ ربَّك على نعمةِ الدينِ والعقلِ والعافيةِ والسِّتْرِ والسمعِ والبصرِ والرزقِ والذريةِ وغيرِها .
· Bersyukurlah kepada Rabb atas anugerah nikmat agama, akal , kesehatan, penutup ( aib & badan ) , pendengaran, penglihatan, rizkeki , anak keturuan , serta nikmat-nikmat yang lainya.
· ألا تعلمُ أن في الناس من فَقَدَ عقله أو صِحَّتَه أو هو محبوسٌ أو مشلولٌ أو مبتلًى ؟! .
· Tidak kah anda perhatikan bahwasanya diantara manusia itu ada yang hilang akalnya, atau terampas kesehatanya, di penjara, dilumpuhkan, atau di timpa bencana.
· عشْ مع القرانِ حفظاً وتلاوةٌ وسماعاً وتدبراً فإنه من أعظمِ العلاجِ لطردِ الحزنِ والهمَّ .
· Hiduplah bersama Al Qur'an baik dengan cara menghapal, membaca, mendengarkannya, atau merenungkannya, sebab itu merupakan obat yang mujarab untuk mengusir kesedihan dan mendung kedukaan .
· توكلْ على اللهِ وفوِّضْ الأمرَ إليه , وارضَ بحكمِه , والجأ إليه , واعتمْد عليه فهو حَسْبُك وكافيكَ .
· Bertawakalah kepada Allah dan serahkan semua perkara, kepadaNya, Terimalah semua ketentuanNya dengan sepenuh hati berlindunglah kepadaNya dan bergantung kepadaNya sebab dia cukup sebagia
· اعفُ عمَّنْ ظلَمَك , وصلْ من قطعَك , وأعطِ من حرمَك , واحلمْ على من أساءَ إليكَ تجدِ السرورَ والأمنَ .
· Maafkanlah orang yang pernah berbuat dhalim kepada Anda, sambunglah tali silatur rahmi dengan orang yang memutuskan tali silturrahmi dengan anda, berilah orang yang tidak pernah memberi kepada anda, bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada anda, niscaya anda akan memperoleh rasa bahagia dan ama dalam diri anda.
· كَرِّرْ «لا حولَ ولا قوَة إلا باللهِ » فإنها تشرحُ البالَ وتصلح الحالَ , وتُحمل بها الأثقالُ , وترضي ذا الجلال .
· ucapkan berulang-ulang :" laa huala walaa quwwata illa billah "karena bacaan itu akan membuat hati menjadi tentaram, dan keadaan akan menjadi baik, dan meringakan yang berat, dan membuat Yang Maha Tinggi menajdi ridha.
· أكثر من الاستغفارِ , فمعَه الرزقُ والفرجُ والذريةُ والعِلْمُ النافعُ والتيسيرُ وحطُّ الخطايا .
· perbanyaklaah membaca Istighfar sebab dengan istighfar akan membuka rizki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu yang berguna, akan ada kemudahan, dan akan sebagai penghapus dosa.
· اقنعْ بصورتِك وموهبتِك ودخلِك وأهلِك وبيِتك تجدِ الراحةَ والسعادةَ .
· terimalah bentuk wajah ( body ) kamu , bakat, pemasukan, dan keluarga dengan lapang dada, niscaya anda akan mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan .
· اعلم أن مع العسرِ يسراً ، وأن الفرجَ مع الكَرْبِ وأنه لا يدومُ الحالُ ، وأن الأيامَ دولٌ .
· Ketahuilah bahwasanya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesusahan itu akan ada jalan keluarnya, dan ketahuilah bahwasanya keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya , hari-hari itu akan senantiasa bergulir .
· تفاءلْ ولا تقنطْ ولا تيأسْ , وأحسن الظنَّ بربِّك وانتظرْ منه كلَّ خيرٍ وجميلِ .
· Optimislah , jangan pernah ada rasa putus asa dan menyerah tanpa ada usaha, berbaik sangkalah kepada Allah dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan dariNYA.
· افرحْ باختيارِ اللهِ لك , فإنك لا تدري بالمصلحِة فقد تكونُ الشدةُ لك خيْراً من الرخاء .
· Terimalah pilihan Allah untuk anda dan gembiralah, sebab anda tidak tahu tentang kemaslahatan, bisa jadi suatu kesulitan itu lebih baik bagi anda daripada kemudahan.
· البلاءُ يقرِّبُ بينك وبين اللهِ ويعلِّمك الدعاء ويذهبُ عنك الكِبْرَ والعُجْبَ والفَخْرَ .
· ujian itu akan mendekatkan antara diri anda dengan Allah, akan mengajarkan kepada anda bagiamana berdoa itu, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub dan rasa banga diri, dari diri anda.
· أنت تحملُ في نفسِك قناطير النعم وكنوز الخيرات التي وهبك الله إياها .
· anda membawa banyak kenikmatan dalam diri anda dan membawa pundi-pundi kebaikan yang Allah anugerahkan kepada diri anda.
· أحسن إلى الناس وقدمِ الخير للبشرِ ؛ لتلقى السعادة من عيادةِ مريضٍ وإعطاءِ فقيرٍ والرحمةِ بيتيمٍ .
· berbuat baiklah kepada manusia dan berilah bantuan kebaikan kepada sesama agar anda mendapatkan kebahagian dari menjenguk orang sakit, dan dari memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkannya ( fakir ) dan dari mengasih sayangi anak yatim.
· اجتنبْ سوء الظنِّ ، واطرحِ الأوهامَ ، والخيالاتِ الفاسدةَ ، والأفكارَ المريضةَ
· Jauhilah rasa buruk sangka , buanglah jauh-jauh angan-angan , khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit ( kotor dan kerdil ).
· اعلم أنك لستَ الوحيدَ في البلاءِ , فما سَلِمَ من الهمِّ أحدٌ , وما نجا من الشدةِ بَشَرٌ .
· Ketahuilah bahwsanya anda bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian, Tidak seorangpun yang lepas dari kesedihan, dan tidak seorangpun yang lepas dari kesulitan.
· تيقَّن أن الدنيا دارُ محنٍ وبلاءٍ ومنغِّصاتٍ وكدرٍ فاقبلْها على حالِها واستعنْ باللهِ
· yakinlah bahwa dunia ini hanyalah tempat ujian dan cobaan, tantangan, dan kesedihan karena itu terimalah ia apa adanya dan mintalah pertolongan kepada Allah.
· تفكرْ فيمن سبقوك في مسيرةِ الحياةِ ممَّن عُزِلَ وحُبِسَ وقتلَ وامْتُحِنَ وابتليَ ونكبَ وصودرَ .
· Berfikirlah & ambil pelajaran dari orang-orang yang telah terdahulu ( siroh orang-orang shaleh) , yang pernah dikucilkan, yang pernah dipenjarakan, yang pernah dibunuh yang pernah di uji dan yang pernah dibuang dan di usir dari dari negrinya
· كل ما أصابك فأجرُه على اللهِ من الهمِّ والغمِّ والحزنِ والجوعِ والفقرِ والمرضِ والدَيْنِ والمصائبِ .
· semua apa yang menimpa anda pahalanya disisi Allah, baik itu kesedihan, keresahan, kelaparan, kefakiran,rasa sakit, hutang , dan musibah-musibah yang lainnya ( selama anda selalu sabar & tawakal kepadaNya)
· اعلمْ أن الشدائد تفتحُ الأسماع والأبصار وتحيي القلبَ ، وتردعُ النفسَ ، وتذكر العبدَ وتزيد الثوابَ .
· Ketahuilah bahwasanya kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati mendewasakan jiwa, mengingtakan hamba dan menambah pahala.
· لا تتوقعِ الحوادثَ , ولا تنتظر السوءَ, ولا تصدقِ الشائعاتِ , ولا تستسلمْ للأراجيفِ .
· jangan suka menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, dan jangan mudah percaya terhadap semua kabar-kabar yang tidak jelas, dan jangan mudah menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar
· أكثرُ ما يُخافُ لا يكونُ , وغالبُ ما يُسمع من مكروهٍ لا يقعُ , وفي اللهِ كفايةٌ وعنده رعايةٌ ومنه العَوْنُ .
· kebanyakan apa yang ditakuti orang itu sebenarnya tidak terjadi , dan kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tidak terjadi, dan cukuplah Allah saja sebagia penjaga, dan disisis Allahlah semua pergawasan dan pertolongan.
· لا تجالسِ البُغضاءَ والثُقلاءَ والحَسَدَة فإنهم حُمَّى الروحِ , وهمْ رُسُلُ الكَدَرِ وحملةُ الأحزانِ .
· jangan banyak bergaul dengan orang-orang pendendam, dan jangan pula dengan orang-orang penganguran serta pendengki , sebab mereka adalah penyakit jiwa pembawa kesedihan dan keresahan.
· حافظْ على تكبيرة الإحرامِ جماعةً , وأكثرِ المُكْثَ في المسجدِ , وعوِّد نفسَك المبادرةَ للصلاةِ لتجدَ السرورَ .
· jagalah selalu bertakbiratul ihram ( sholat pent.) secara berjama'ah, dan perbanyaklah berdiam diri di masjid ( untuk berdzikir pent.) dan biasakan dirimu untuk selalu menyegerakan sholat agar anda mendapatkan kebahagiaan.
· إياك والذنوبَ , فإنها مصدرُ الهمومِ والأحزانِ ، وهي سبب النكباتِ ، وبابُ المصائبِ والأزماتِ .
· jauihilah perbuatan dosa, sebab dia adalah sumber keresahan dan kesedihan, dan pintu musibah serta tekanan jiwa.
· داومْ على ﴿لا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنْ الظَّالِمِينَ﴾ . فلها سرٌّ عجيبٌ في كشف الكْربِ , ونبأٌ عظيمٌ في رفعِ المحنِ .
· bacalah selalu ( doa ) :" laa ilaahaa illa anta subhaanaka innii kuntu minad dhoolimin " sebab dia adalah doa yang memiliki rahasia yang sangat ajaib, untuk menghilangkan kesedihan dan kesulitan, dan merupakan berita besar untuk menghilangkan cobaan.
· لا تتأثْر من القولِ القبيحِ والكلامِ السيئِ الذي يقال فيك ، فإنه يؤذي قائلَه ولا يؤذيك .
· jangan mudah terpengaruh dengan perkataan jelek dan ungkapan keji yang dikatakan tentang diri anda, karena itu akan menyakiti orang yang mengatakannya dan bukan diri anda sendiri.
· سَبُّ أعدائك لك وشتمُ حسّادِك يساوي قيمتَك ؛ لأنك أصبحتَ شيئاً مذكوراً ، ورجلاً مهماً .
· cercaan musuh dan umpatan orang-orang yang dengki kepada diri anda setara dengan nilai harga diri anda, sebab itu anda menjadi bahan omongan dan menjadi terkenal & orang penting .
· اعلمْ أن من اغتابك فقد أهدَى لك حسناتِه ، وحطَّ من سيئاتِك ، وجعلَك مشهوراً، وهذه نعمةٌ .
· ketahuilah bahwa orang yang menghibah, anda berarti memberikan hadiah kebaikan-kebaikan kepada anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan anda, dan menjadikan diri anda orang yang terkenal, dan ini merupakan nikmat Allah.
· لا تشدِّدْ على نفسِك في العبادةِ , والزمِ السنةَ واقتصدْ في الطاعةِ , واسلكِ الوسطَ وإياكَ والغُلُوَّ .
· jangan terlalu ketat ( keras ) menekan diri anda sendiri untuk melakukan ibadah, konsistenlah dengan as sunnah dan cukuplah dengan ketho'atan, dan tempuhlan jalan pertengahan dan janganlah engkau ghulu' ( berlebih-lebihan ).
· أخلصْ توحيدك لربك لينشرحَ صدرُك , فبقدرِ صفاءِِ توحيدِك ونقاءِ إخلاصِك تكونُ سعادتُك .
· ikhlashkan tauhid anda kepada Allah Tuhanmu agar hati terbuka dan lapang, sejernih apa tauhid anda dan setulus serta sebersih apa keikhlasan anda (dalam bertauhid ) maka sejernih dan sebersih itupulalah kebahagaian anda.
· كن شجاعاً قويَّ القلبِ ، ثابتَ النفسِ ، لديك همةٌ وعزيمةٌ , ولا تغرنَّك الزوابعُ والأراجيفُ .
· jadilah sosok pemberani yang berhati teguh dan berjiwa kuat, anda memiliki semangat dan tekat , jangan sekali-kali anda termakan oleh rumor / isu-isu dan cerita-cerita yang tidak benar.
· عليك بالجود فإن صدرَ الجوادِ منشرحٌ وباله واسعٌ ، والبخيلُ ضيقُ الصدرِ ، مظلمُ القلبِ ، مكدرُ الخاطرِ .
· jadilah orang yang dermawan sebab orang yang dermawan hatinya akan selalu lapang dan jiwanya luas , sedangkan orang yang pelit sempit dadanya dan hatinya pengap serta nuraninya kotor.
· أبسط وجهَك للناسِ تكسبْ ودَّهم , وألنْ لهم الكلامَ يحبوك , وتواضْع لهم يجلّوك .
· tersenyumlah kepada siapa saja , niscaya anda akan mendapatkan cinta kasih mereka, haluskan tutur kata anda niscaya mereka akan mencintaimu dan rendahkanlah kati kepada mereka niscaya mereka akan menghormati anda.
· ادفع بالتي هي أحسنُ , وترفقْ بالناسِ , وأطفئِ العداواتِ , وسالمْ أعداءُك , وكثّر أصدقاءَكَ .
· balaslah perbuatan baik itu dengan yang lebih baik, berbuat baiklah kepada sesama, dan padamkanlah api permusuhan, berdamailah dengan musuh, dan perbanyaklah teman.
· من أعظم أبوابِ السعادةِ دعاءُ الوالدين , فاغتنمْه ببرِّهما ليكون لك دعاؤهما حصناً حصيناً من كلِّ مكروهٍ .
· pintu kebahagian terbesar adalah doa kedua orang tua, berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua, agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak anda sukai.
Rabu, 20 Agustus 2014
Hakekat Perpisahan
HAKEKAT PERPISAHAN
Bukanlah perpisahan itu ditinggal oleh sahabat, saudara, sanak keluarga ataupun orang yg terkasih dan tersayang.
Bahkan bukan pula perpisahan itu ketika kematian menjemput salah satu diantara kita , karena sesungguhnya kita akan bertemu dan berjumpa diakherat kelak ( jika beriman) ,
Sebagaimana firman Allah,
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شِيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata dalam Fatawa Nuur 'Alaa al-Darb, "Apabila seseorang masuk surga, apakah ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya? Ya, ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya dan orang-orang yang membuat hatinya senang, berdasarkan firman Allah, "Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (QS. Al-Zukhruf: 71
Namun ketahuilah ayuhal ikhwah wal akhwat. Namun HAKEKAT PERPISAHAN ITU ADALAH JIKA SALAH SATU DIANTARA KITA MASUK SURGA DAN SANAK SAUDARA YANG LAINNYA MASUK NERAKA , ... Itulah perpisahan yang haqiqi ...
Semoga kita termasuk orang yang tidak berpisah dari sanak saudara kita kita kelak dihari kiamat dan menjadi salah salah satu orang yang didoakan malaikat sebagaimana Allah kisahkan :
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ghaafir: 8)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
وَطَلَبُ الْجَنَّةِ وَالِاسْتِعَاذَةِ مِنْ النَّارِ طَرِيقُ أَنْبِيَاءِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَجَمِيعِ أَوْلِيَائِهِ السَّابِقِينَ الْمُقَرَّبِينَ وَأَصْحَابِ الْيَمِينِ
“Meminta surga dan berlindung dari siksa neraka adalah jalan hidup para Nabi Allah, utusan Allah, seluruh wali Allah, ahli surga yang terdepan (as sabiqun al muqorrobun) dan ahli surga pertengahan (ash-habul yamin).”[Majmu' Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 10/701, Darul Wafa',cetakan ketiga, 1426 H]
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. ” (QS. Al Furqon: 65)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka (HR. Abu Dawud dan lihat di Shahih Ibnu Majah 2/328.)
آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ
Semoga Engkau kabulkan wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan permintaan orang2 yang meminta
Bukanlah perpisahan itu ditinggal oleh sahabat, saudara, sanak keluarga ataupun orang yg terkasih dan tersayang.
Bahkan bukan pula perpisahan itu ketika kematian menjemput salah satu diantara kita , karena sesungguhnya kita akan bertemu dan berjumpa diakherat kelak ( jika beriman) ,
Sebagaimana firman Allah,
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شِيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Al-Thuur: 21)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata dalam Fatawa Nuur 'Alaa al-Darb, "Apabila seseorang masuk surga, apakah ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya? Ya, ia akan berjumpa dengan kerabat-kerabatnya dan orang-orang yang membuat hatinya senang, berdasarkan firman Allah, "Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." (QS. Al-Zukhruf: 71
Namun ketahuilah ayuhal ikhwah wal akhwat. Namun HAKEKAT PERPISAHAN ITU ADALAH JIKA SALAH SATU DIANTARA KITA MASUK SURGA DAN SANAK SAUDARA YANG LAINNYA MASUK NERAKA , ... Itulah perpisahan yang haqiqi ...
Semoga kita termasuk orang yang tidak berpisah dari sanak saudara kita kita kelak dihari kiamat dan menjadi salah salah satu orang yang didoakan malaikat sebagaimana Allah kisahkan :
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Ghaafir: 8)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
وَطَلَبُ الْجَنَّةِ وَالِاسْتِعَاذَةِ مِنْ النَّارِ طَرِيقُ أَنْبِيَاءِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَجَمِيعِ أَوْلِيَائِهِ السَّابِقِينَ الْمُقَرَّبِينَ وَأَصْحَابِ الْيَمِينِ
“Meminta surga dan berlindung dari siksa neraka adalah jalan hidup para Nabi Allah, utusan Allah, seluruh wali Allah, ahli surga yang terdepan (as sabiqun al muqorrobun) dan ahli surga pertengahan (ash-habul yamin).”[Majmu' Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 10/701, Darul Wafa',cetakan ketiga, 1426 H]
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. ” (QS. Al Furqon: 65)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka (HR. Abu Dawud dan lihat di Shahih Ibnu Majah 2/328.)
آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ
Semoga Engkau kabulkan wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan permintaan orang2 yang meminta
Selasa, 12 Agustus 2014
Menyambung Tali Silaturahim Yang Terputus
MENYAMBUNG TALI SILATURAHIM YANG TERPUTUS
Makna silaturahim secara bahasa adalah dari lafadz rahmah yang berarti lembut dan kasih sayang.
Abu Ishak berkata: "Dikatakan paling dekat rahimnya adalah orang yang paling dekat kasih sayangnya dan paling dekat hubungan kekerabatannya". [Lihat Lisanul Arab (5/174) bab Dzal wa Ra’.]
Imam Al Allamah Ar Raghib Al Asfahani berkata bahwa Ar Rahim berasal dari rahmah yang berarti lembut yang memberi konsekwensi berbuat baik kepada orang yang disayangi.[ Lihat Mufradatul Qur'an Hal (346)]
Karena itu , Ayuhal ikhwah wal akhwat Hiasilah hubungan dengan kerabatmu untuk mencari ridha Allah. Dengan bersilaturahim, keberkahan umur dan rizki akan diraih dan derajat mulia akan tercapai di sisi Allah. Ketauhilah, silaturahim dengan sanak kerabat dan famili merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah.
Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah melakukan silaturrahim".[ Lihat sahih Abu Daud (1486), sahih Adabul Mufrad (56) Sahih Muslim bab Al Birru Wassilah hadits ke 20.]
Silaturrahim yang hakiki bukanlah menyambung hubungan baik terhadap orang-orang yang telah berbuat baik terhadap kita. Namun, silaturrahim yang sebenarnya ialah menyambung hubungan dengan orang-orang yang telah memutuskan tali silaturahim dengan kita.
Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ الْوَاصِلَ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
"Sesungguhnya bukanlah orang yang menyambung silaturahim adalah orang yang membalas kebaikan, namun orang yang menyambung silaturahim adalah orang yang menyambung hubungan dengan orang yang telah memutuskan silaturahmi". [ Lihat SahihAdabul Mufrad (68) bab laisal wasil bil mukafi’]
Krn orang yg memutuskan tali silaturrahim akan masuk kedalam neraka, sebagaimana disebutkan dalam hadist :
Dari Jubair bin Muth’im bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kerabat.".[ HR Imam Bukhari dalam sahihnya dalam kitabul Adad bab Istmul Qathi’ (5984), Muslim dalam sahihnya kitabul birry bab Silaturrahim (6467) dan Abu Daud Dalam sunannya (1696)]
Dengan menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskannya semoga bisa menjadi sebab bagi kita untuk menyelamatkan orang yang diancam neraka sesui hadist diatas .
Diringkas dr tulisan : Ustadz Abu Ahmad Zaenal Abidin
Yang di muat di : http://almanhaj.or.id/
Semoga bermanfaat
أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan .
Makna silaturahim secara bahasa adalah dari lafadz rahmah yang berarti lembut dan kasih sayang.
Abu Ishak berkata: "Dikatakan paling dekat rahimnya adalah orang yang paling dekat kasih sayangnya dan paling dekat hubungan kekerabatannya". [Lihat Lisanul Arab (5/174) bab Dzal wa Ra’.]
Imam Al Allamah Ar Raghib Al Asfahani berkata bahwa Ar Rahim berasal dari rahmah yang berarti lembut yang memberi konsekwensi berbuat baik kepada orang yang disayangi.[ Lihat Mufradatul Qur'an Hal (346)]
Karena itu , Ayuhal ikhwah wal akhwat Hiasilah hubungan dengan kerabatmu untuk mencari ridha Allah. Dengan bersilaturahim, keberkahan umur dan rizki akan diraih dan derajat mulia akan tercapai di sisi Allah. Ketauhilah, silaturahim dengan sanak kerabat dan famili merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah.
Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah melakukan silaturrahim".[ Lihat sahih Abu Daud (1486), sahih Adabul Mufrad (56) Sahih Muslim bab Al Birru Wassilah hadits ke 20.]
Silaturrahim yang hakiki bukanlah menyambung hubungan baik terhadap orang-orang yang telah berbuat baik terhadap kita. Namun, silaturrahim yang sebenarnya ialah menyambung hubungan dengan orang-orang yang telah memutuskan tali silaturahim dengan kita.
Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ الْوَاصِلَ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
"Sesungguhnya bukanlah orang yang menyambung silaturahim adalah orang yang membalas kebaikan, namun orang yang menyambung silaturahim adalah orang yang menyambung hubungan dengan orang yang telah memutuskan silaturahmi". [ Lihat SahihAdabul Mufrad (68) bab laisal wasil bil mukafi’]
Krn orang yg memutuskan tali silaturrahim akan masuk kedalam neraka, sebagaimana disebutkan dalam hadist :
Dari Jubair bin Muth’im bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kerabat.".[ HR Imam Bukhari dalam sahihnya dalam kitabul Adad bab Istmul Qathi’ (5984), Muslim dalam sahihnya kitabul birry bab Silaturrahim (6467) dan Abu Daud Dalam sunannya (1696)]
Dengan menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskannya semoga bisa menjadi sebab bagi kita untuk menyelamatkan orang yang diancam neraka sesui hadist diatas .
Diringkas dr tulisan : Ustadz Abu Ahmad Zaenal Abidin
Yang di muat di : http://almanhaj.or.id/
Semoga bermanfaat
أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan .
Menjadi Orang Yang Pemaaf
BERUSAHA MENJADI ORANG YANG PEMAAF ...
Diantara kita pasti pernah disakiti/menyakiti orang lain, menganggu/diganggu orang lain, bermasalah dengan sanak saudara yang akhirnya tidak bertegur sapa bahkan memutuskan tali persaudaraan, meminta maaf dan mau memaafkan kadang terasa berat apalagi jika egoisme bercokol dalam diri kita dan merasa benar dan tidak mau intropeksi diri .
Padahal mudah memaafkan, penyayang terhadap sesama Muslim dan lapang dada terhadap kesalahan orang lain merupakan amal shaleh yang keutamaannya besar dan sangat dianjurkan dalam Islam. Allah Azza wa Jalla berfirman.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang yang bodoh. [al-A’raf/7:199]
Dalam ayat lain, Allah Azza wa Jalla berfirman.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah, kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. [Ali Imran/3:159]
Bahkan sifat ini termasuk ciri hamba Allah Azza wa Jalla yang bertakwa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya.
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Ali-Imran/3:134]
Semoga kita bisa menjadi orang yang mudah minta maaf ketika berbuat salah kepada sesama , jika kepada kepada Allah dgn bertaubat dan memohon amun dan mudah memaaafkan kesalahan orang lain dan berlapang dada dan suka memberikan udhur kepada sesama saudara kita
Semoga bermanfaat
أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan .
Diantara kita pasti pernah disakiti/menyakiti orang lain, menganggu/diganggu orang lain, bermasalah dengan sanak saudara yang akhirnya tidak bertegur sapa bahkan memutuskan tali persaudaraan, meminta maaf dan mau memaafkan kadang terasa berat apalagi jika egoisme bercokol dalam diri kita dan merasa benar dan tidak mau intropeksi diri .
Padahal mudah memaafkan, penyayang terhadap sesama Muslim dan lapang dada terhadap kesalahan orang lain merupakan amal shaleh yang keutamaannya besar dan sangat dianjurkan dalam Islam. Allah Azza wa Jalla berfirman.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang yang bodoh. [al-A’raf/7:199]
Dalam ayat lain, Allah Azza wa Jalla berfirman.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah, kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. [Ali Imran/3:159]
Bahkan sifat ini termasuk ciri hamba Allah Azza wa Jalla yang bertakwa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya.
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Ali-Imran/3:134]
Semoga kita bisa menjadi orang yang mudah minta maaf ketika berbuat salah kepada sesama , jika kepada kepada Allah dgn bertaubat dan memohon amun dan mudah memaaafkan kesalahan orang lain dan berlapang dada dan suka memberikan udhur kepada sesama saudara kita
Semoga bermanfaat
أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan .
Senin, 11 Agustus 2014
Hanya Satu Jalan Dalam Memahami Agama
HANYA SATU JALAN DALAM MEMAHAMI AGAMA..
لا رجوع إلى الدين إلابالعلم
Tidak mungkin kembali kepada agama islam kecuali dengan ilmu .
ولاقيام للعلم إلابالكتاب والسنة
Dan tidaklah tegak ilmu itu kecuali dengan Al Qur'an dan As Sunnah
ولاسبيل إلى فهم الكتاب والسنة إلا وفق منهج سلف هذه الأمة.
Dan tidak ada jalan (yg benar) untuk memahami (dan mengamalkan) Al Qur'an dan As Sunnah kecuali yang sesui dengan manhaj (metode) generasi salaf dari umat ini (sahabat Nabi, Tabi"in dan Tabi'ut Taabii'in serta Ulama' setelahnya) dalam memahami dan menerapkan agama islam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Allah Ta’ala berfirman:
{ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا} [النساء: 115]
Artinya: “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa’: 115)
Perhatikanlah perkataaan para ulama dan imam berikut ini :
قال الإمام أحمد : " من علم طريق الحق سهل عليه سلوكه , ولا دليل على الطريق إلى الله إلا متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم في أحواله وأقواله وأفعاله" مدارج 2/486, مفتاح دار السعادة (1/165).
Berkata imam Ahmad " barang siapa mempelajari jalan kebenaran maka akan dimudahkan baginya dalam menapakinya , dan tidak ada petunjuk jalan utk menuju Allah kecuali dgn mengikuti Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam segala hal baik dalam keadaan (penampilan), perkataan maupun perbuatan beliau " (madarijus Salikin 2/486, Miftah darus sa'adah 1/165))
قال ابن أبي العز: " والعبادات مبناها على السنة والإتباع لا على الهوى والابتداع " شرح الطحاوية ص/37 وانظر الفتاوى لإبن تيمية (4/170)
Berkata Ibnu Abi Al 'izzi : " dan ibadah dibagun diatas sunnah dan ittiba' (mengikuti tata cara Rasulullah) bukan diatas hawa nafsu dan bid'ah (mengada-ada dan merekayasa) " Syarh Al thohawiyyah hal.37 , dan lihat Al Fatawa Ibnu Taimiyyah (4/170))
قال الشيخ الفاضل بكر أبو زيد:\" أصل كلّ بليّة في العلم من معرضة النص بالرأي, وتقديم الهوى على الشرع " الردود ص/60,37
Berkata As Syeikh Al Fadhil Bakr Abu Zaid " sumber dari segala bencana dalam ilmu adalah krn menpertentangkan nash ( Al Qur'an & As Sunnah) dengan Akal, dan lebih mendahulukan hawa nafsi dari pada syari"at ( Ar. Rudud hal: 37, 60)
قال ابن تيمية : "من فارق الدليل ضلّ السبيل, ولا دليل إلا بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم " مفتاح دار السعادة (1/85), مدارج (2/361)
Berkata Ibnu Taimiyyah. " Barang siapa berpisah ( meningalkan) dalil ( Al Qur'an dan As sunnah) maka dia akan tersesat jalannya, dan tidak ada dalil kecuali apa yg datang dengannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. ( Miftah Darus Sa'adah (1/85) Madarijus Saliqin ( 2/361)
فالحمد لله على نعمة الإسلام والسنة.
Segala puji bagi Allah atas nikmat islam dan sunnah nabi
Semoga bermanfaat ..
أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan .
اُحِبُّكم فِيْ الّلهِ
سُلَيْمَان اَبُوْ شَيْخَه
لا رجوع إلى الدين إلابالعلم
Tidak mungkin kembali kepada agama islam kecuali dengan ilmu .
ولاقيام للعلم إلابالكتاب والسنة
Dan tidaklah tegak ilmu itu kecuali dengan Al Qur'an dan As Sunnah
ولاسبيل إلى فهم الكتاب والسنة إلا وفق منهج سلف هذه الأمة.
Dan tidak ada jalan (yg benar) untuk memahami (dan mengamalkan) Al Qur'an dan As Sunnah kecuali yang sesui dengan manhaj (metode) generasi salaf dari umat ini (sahabat Nabi, Tabi"in dan Tabi'ut Taabii'in serta Ulama' setelahnya) dalam memahami dan menerapkan agama islam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Allah Ta’ala berfirman:
{ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا} [النساء: 115]
Artinya: “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa’: 115)
Perhatikanlah perkataaan para ulama dan imam berikut ini :
قال الإمام أحمد : " من علم طريق الحق سهل عليه سلوكه , ولا دليل على الطريق إلى الله إلا متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم في أحواله وأقواله وأفعاله" مدارج 2/486, مفتاح دار السعادة (1/165).
Berkata imam Ahmad " barang siapa mempelajari jalan kebenaran maka akan dimudahkan baginya dalam menapakinya , dan tidak ada petunjuk jalan utk menuju Allah kecuali dgn mengikuti Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam segala hal baik dalam keadaan (penampilan), perkataan maupun perbuatan beliau " (madarijus Salikin 2/486, Miftah darus sa'adah 1/165))
قال ابن أبي العز: " والعبادات مبناها على السنة والإتباع لا على الهوى والابتداع " شرح الطحاوية ص/37 وانظر الفتاوى لإبن تيمية (4/170)
Berkata Ibnu Abi Al 'izzi : " dan ibadah dibagun diatas sunnah dan ittiba' (mengikuti tata cara Rasulullah) bukan diatas hawa nafsu dan bid'ah (mengada-ada dan merekayasa) " Syarh Al thohawiyyah hal.37 , dan lihat Al Fatawa Ibnu Taimiyyah (4/170))
قال الشيخ الفاضل بكر أبو زيد:\" أصل كلّ بليّة في العلم من معرضة النص بالرأي, وتقديم الهوى على الشرع " الردود ص/60,37
Berkata As Syeikh Al Fadhil Bakr Abu Zaid " sumber dari segala bencana dalam ilmu adalah krn menpertentangkan nash ( Al Qur'an & As Sunnah) dengan Akal, dan lebih mendahulukan hawa nafsi dari pada syari"at ( Ar. Rudud hal: 37, 60)
قال ابن تيمية : "من فارق الدليل ضلّ السبيل, ولا دليل إلا بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم " مفتاح دار السعادة (1/85), مدارج (2/361)
Berkata Ibnu Taimiyyah. " Barang siapa berpisah ( meningalkan) dalil ( Al Qur'an dan As sunnah) maka dia akan tersesat jalannya, dan tidak ada dalil kecuali apa yg datang dengannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. ( Miftah Darus Sa'adah (1/85) Madarijus Saliqin ( 2/361)
فالحمد لله على نعمة الإسلام والسنة.
Segala puji bagi Allah atas nikmat islam dan sunnah nabi
Semoga bermanfaat ..
أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ
Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dgn kebahagiaan .
اُحِبُّكم فِيْ الّلهِ
سُلَيْمَان اَبُوْ شَيْخَه
Apa Yang Harus Dikerjakan dan diucapkan Setelah melakukan Dosa
ما يقول ويفعل من أذنب ذنبا
Apa Yang Harus Dikerjakan dan diucapkan Setelah melakukan Dosa
-----------------
Sebagaimana manusia, pasti diantara kita pernah bahkan mungkin sering melakukan kesalahan, dosa dan maksiyat kepada Allah, krn tidaklah disebut an naas (manusia) likasrotu nisyanihi ( kecuali krn banyak melakukan kealfaan dan kesalahan ) , namun seorang muslim ketika melakukan kesalahan maka dia akan segera menyesali perbuatan tersebut dan ingin kembali bersih dr dosa dan maksiyat
Lantas apa yg harus kita kerjakan agar dosa maksiyat tersebut diampuni oleh Allah ?
Rosulullah telah memberikan solusi agar Allah mengampuni dosa kita, berikut hadist tsb :
ما من عبد يذنب ذنبا فيحسن الطهور، ثم يقوم فيصلي ركعتين، ثم يستغفر الله إلا غفر الله له وصححه الألباني في صحيح أبي داود، ١/٢٨٣
Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa, kemudian dia bersuci (berwudhu) dengan sebaik-baiknya, dilanjutkan dgn shalat dua rakaat dan bertaubat serta memohon ampun kepada Allah kecuali Allah akan ampuni dosanya . (Hadist Abu Dawud /1283 dan dishahihkan Oleh Al Albany . )
أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه
Aku memohon Ampun kepada Allah yang Maha Agung yg tiada Tuhan yg berhak disembah kecuali Dia Dzat Yg Maha Hidup lagi Berdiri sendiri , dan Aku bertaubat kepada - Nya
semoga Allah menerima semua amal ibadah kita , dan mengampuni semua dosa dan kesalahan kita , Semoga bermanfaat ..
أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan .
Apa Yang Harus Dikerjakan dan diucapkan Setelah melakukan Dosa
-----------------
Sebagaimana manusia, pasti diantara kita pernah bahkan mungkin sering melakukan kesalahan, dosa dan maksiyat kepada Allah, krn tidaklah disebut an naas (manusia) likasrotu nisyanihi ( kecuali krn banyak melakukan kealfaan dan kesalahan ) , namun seorang muslim ketika melakukan kesalahan maka dia akan segera menyesali perbuatan tersebut dan ingin kembali bersih dr dosa dan maksiyat
Lantas apa yg harus kita kerjakan agar dosa maksiyat tersebut diampuni oleh Allah ?
Rosulullah telah memberikan solusi agar Allah mengampuni dosa kita, berikut hadist tsb :
ما من عبد يذنب ذنبا فيحسن الطهور، ثم يقوم فيصلي ركعتين، ثم يستغفر الله إلا غفر الله له وصححه الألباني في صحيح أبي داود، ١/٢٨٣
Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa, kemudian dia bersuci (berwudhu) dengan sebaik-baiknya, dilanjutkan dgn shalat dua rakaat dan bertaubat serta memohon ampun kepada Allah kecuali Allah akan ampuni dosanya . (Hadist Abu Dawud /1283 dan dishahihkan Oleh Al Albany . )
أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه
Aku memohon Ampun kepada Allah yang Maha Agung yg tiada Tuhan yg berhak disembah kecuali Dia Dzat Yg Maha Hidup lagi Berdiri sendiri , dan Aku bertaubat kepada - Nya
semoga Allah menerima semua amal ibadah kita , dan mengampuni semua dosa dan kesalahan kita , Semoga bermanfaat ..
أَسْعَدَ اللّهُ مَسَائَ كُمْ وَ لَيْلكم
Semoga Allah menjadikan sore dan malam kalian penuh dengan kebahagiaan .
Langganan:
Postingan (Atom)





