Rabu, 23 April 2014

Jalan Mendapatkan Berkah



أسباب البركة كثيره منها :
Sebab-sebab untuk mendapatkan berkah itu banyak diantaranya adalah :

ـ قراءة القرآن
1. Membaca Al Qur’an

كما يقول الله تبارك وتعالى: {وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ} الأنعام:92، فالقرآن جعله الله بركة من خلال اتباع تعاليمه وقراءته وتحكيمه والتداوي به

Sebagaimana Allah berfirman  : Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi ( Al An’am : 92 ) 

maka Al Qur’an Allah jadikan sebagai berkah ketika mengikutinya, mempelajarinya, membacanya, berhukum dengannya bahkan berobat dengannya .
...
ـ التقوى والإيمان بالله
2. Takwa dan Iman kepada Allah 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikannya untuknya jalan keluar dan Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa berserah diri kepada Allahs emata niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya. Dan Allah telah menetapkan ketentuan atas segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2-3)  

يقول تعالى: {وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ} الأعراف:96، ويتضح لنا من قول الله تعالى أن الإنسان المؤمن التقي سوف يشعر بالبركة في حياته وفي زوجته وفي أولاده.
 
Allah ta’alaa berfirman : Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi ( Al A’raf : 96 ) 

dalam ayat ini menjelaskan kepada kita bahwasanya jika manusia beriman dan bertakwa akan mendapatkan dan merasakan berkah dalam hidupnya, pasangannya dan anak-anaknya

ـ كثرة الشكر والحمد
3. banyak bersyukur dan memuji Allah

قال تعالى: {لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ} إبراهيم:7.

Allah berfirman : jika kalian bersyukur aku akan tambahkan nikmatku

ـ الصدقة
4. bersedekah
كما أخبرنا النبي صلى الله عليه وآله وصحبه    في حديث مرفوع) حَدِيثٌ : " صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ " ، الطبراني في الصغير

sebagaimana Sabda Rasulullah dalam hadist marfu’  “ bersedekah dengan sembunyi-sembunyi akan menhilangkan kemurkaan Rabb “  ( at thobari dalam as shaghir )

ـ البر وصلة الرحم
5. berbuat baik dan menjalin tali silaturahim 

وأخرج الإمام أحمد في مسنده والبيهقي عن عائشة رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (صلة الرحم، وحسن الخلق، وحسن الجوار، يعمرن الديار، ويزدن في الأعمار) [صححه العلامة في صحيح الجامع (3767)].

Dan dikeluarkan oleh imam ahmad dalam musnadnya, dari aisyah sesungguhnya Rasulullah bersabda : Menyambung tali silaturrahim, berakhlaq mulia, dan berbuat baik pada tetangga, dapat meramaikan ( berkah ) bagi rumah tangga , dan memanjangkan umur  ( al alamah Al Al bany meshahihkannya dalam shahih al jami’ ( 3767))

-التوكل على الله
6. Bertawakal kepada Allah 

عن عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِنَّهُ سَمِعَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.
 

dari Umar  bin khattab , dia berkata sesungguhnya dia mendengar  Rasulullah bersabda : “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi di dalam Sunannya, kitab az-Zuhd, bab Fi At-Tawwakkuli ‘Alallah no. 2344, dan ia berkata, “(derajat hadits ini) hasan shohih,” Ibnu Majah dalam sunnannya, Kitab Al-Zuhud, Bab Attawakkal Wal Yaqin, hadits no 4164, Imam Ahmad bin Hanbal di dalam musnadnya, hadits no.205, 372 dan 375, dan al-Hakim di dalam al-Mustadrok kitab ar-Riqooq IV/310, dan ia nyatakan Shohih, dan imam adz-Dzahabi menyepakatinya).

ـ الاستغفار
7. beristihgfar kepada Allah

يعتبر الاستغفار مصدرًا للبركة
Krn istighfar akan mendatangkan barokah
 
firman Allah melalui lisan nabi Hud ‘alaihis salam:
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
“Wahai kaumku, mintalah ampunan Rabb kalian kemudian bertaubatlah kalian kepada-Nya, niscaya Dia mengirimkan dari langit hujan yang deras kepada kalian dan menambahkan kekuatan atas kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling dengan menjadi orang-orang yang banyak berbuat dosa.” (QS. Hud [11]: 52)
firman Allah melalui lisan nabi Nuh ‘alaihis salam:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
Maka aku katakan kepada kaumku: “Mintalah ampunan Rabb kalian karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan dari langit hujan yang deras kepada kalian, mengaruniakan kepada kalian limpahan harta dan anak-anak, menjadikan untuk kalian kebun-kebun dan menjadikan untuk kalian sungai-sungai.” (QS. Nuh [71]: 10-12)
 

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “



Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)

( hadist ini dhoif tapi boleh dinukilkan sebagai motifasi sebagaimana dijelaskan dalam web ini :

kedhoifannya bias lihat disini 





Tips Meraih Ketenangan Hidup



Tips Meraih Ketenangan Dalam mengarungi Samudra Kehidupan
راحــــــــــــــــه البـــــــــــــــــــال
anda ingin mendapatkan ketenangan jiwa ?

... مــــــــاذا تفعـــــل كـــــي تحققــــــــها ؟؟
apa yang harus kita lakukan agar mendapatkannya ?

*اكثر من ذكرالله تعالى والاستغفار.
*perbanyaklah berdzikir ( ingat ) kepada Allah
serta beristighfar kepadanya

* ارضى بما قدر الله لك ولا تتحسر على ماض فات فإن الرضى بما حملته الأقدار ومحاولة عبور المؤلم منها الى ما هوأرحب يساعدك للوصول لحالة طيبة وصحة نفسية سليمة

*ridho terhadap semua ketentuan ( qodho) Allah terhadapmu, dan tidak pernah menyesali apa yang telah terlewatkan ( dari perkara dunia, namun menyesal jika tertinggal amal kebaikannya pent.) karena sesunguhnya jika engkau ridho terhadap segala ketentuan Allah maka akan menghilangkan dan menggubur segala kesedihan dan membawa kita kearah kebahagiaan dan dapat membantu kita untuk meraih kehidupan yang baik, dan sehat ( ketenangan )jiwa dan badan kita.

* انظر للماضي نظرة واثقة بلا ضعف وتقبله كما هو ولا تحاول إعادة التفكير في الأحداث بصورة مختلفة او إعادة تصويرها وتخيلها بشكل مختلف عما حدثت به.

*melihat masa lalu dengan penglihatan yang yakin ( untuk mengambil pelajaran dari masa lalu agar tidak terulang lagi kesalahannya pent.) tanpa rasa malas dan lemah diri, dan menerimanya sebagaimana mestinya dan tidak panjang angan-angan dan berandai-andai untuk bisa  mengulangi masa lalu, dan bisa merubah  peristiwa-peristiwa yang berbeda-beda dan lebih baik ( karena tiada gunanya dan tidak akan mungkin kembali pent.)

* تذكر دائما الأوقات السعيدة .. اذ ليس من المعقول انك لم تمر بأوقات سعيدة طيلة حياتك فتذكرها ودعها تطغى على الأوقات المؤلمة.
*ingat selalu waktu-waktu datangnya kebahagaian …. Karena tidak pantas  dan tidak masuk akal , jika sepanjang hidupmu kau (banyak) mengalami kebahagian dan kau ingat hal itu,  akan tapi tertutupi hanya karena sebuah kesedihan sejenak?!

* لا تلم نفسك على كل غلطة وكن عادلا مع نفسك كما أنت مع الآخرين.
*Dan janganlah engkau selalu mencela dirimu sendiri atas  suatu kesalahan, akan tetapi berbuatlah adil walaupun terhadap diri sendiri sebagaimana kamu berbuat adil kepada orang lain

* كن قنوعاً ولاتنظر لمن هم اعلى منك في امور الدنيا وانظر لمن هم اسفل منك في شتى الامور والنواحي المختلفه.
* jadilah orang yang selalu merasa cukup dan janganlah melihat orang yang lebih banyak  harta bendanya dan segala perkara dunia, akan tetapi lihatlah orang yang berada dibawahmu dalam semua perkara dan urusan ( kecuali kelebihan ilmu agama pent.)

* استفد من ماضيك.. ما قد تتعرض له وتعاني منه سواء في الطفولة أو الصبا ،انظر للجانب المظلم من ماضيك.. من زاوية مضيئة واستخدم خبرتك هذه في ان تكون شخصية مفيدة لمجتمعك
* Ambillah pelajaran dari masa lalumu … segala sesuatu yang telah engkau alami baik di masa kecilmu atau masa mudamu , dan lihatlah masa surammu dulu …dan ambillah celah-celah yang menyejukkan dan menerangi hidupmu, sehingga engkau bisa mengambil pelajaran dan menjadikannya motifasi bagi dirimu sehingga engkamu menjadi ORANG YANG BERMANFAAT UNTUK MASYARAKAT DISEKITARMU …………..


Ingatlah ……………
عندما يغلق باب كنا نبتغي فيه السعادة يفتح الله باباً آخر أكثر خيراً مما كنا نبتغيه ولكننا ننشغل بالبكاء علي ما فاتنا فلا نري ما فتحه الله لنا
Ketika suatu pintu telah tertutup , kita berharap adanya kebahagian yang lebih banyak lagi  ketika Allah  membuka pintu lainnya untuk kita ,  akan tetapi kita terlalu disibukkan dengan kesedihan dan tangisan ketika kita tidak mendapatkan sesuatu yang  kita harapkan sehingga kita tidak bisa melihat Sesuatu yang telah Allah bukakan untuk kita

Antara Penuntut Ilmu dan Pecandu Internet



الفرق بين طالب العلم , وطالب الأنترنت
Antara Penuntut Ilmu dan Pecandu Internet[*]


طالب العلم : يُعنى قبل كل شيء بإصلاح نفسه , ولزومها السلوك القويم , فهو قدوة للآخرين في أخلاقه وسلوكه .
Seorang penuntut ilmu, pertama sekali dia memperhatikan perbaikan dirinya sendiri dan senantiasa bersikap lurus, karena dia adalah teladan, baik dalam akhlaqnya maupun sikapnya.
طالب العلم  يحرص على الفائدة , ومجالسة أهل العلم والفضيلة والورع , والتزود من العلم النافع , والمحافظة على الوقت , فلا تراه إلا مستفيداً , معرضاً عما لا يعنيه , مشتغلاً فيما يعنيه , إن تكلم أفاد بكلامه , وإن كتب أفاد بكتابته , لا يعدم َمن جالسه مِن فائدة .
Seorang penuntut ilmu, sangat bersemangat untuk meraih suatu kemanfaatan, bermajelis dengan para pemilik ilmu, pemilik keutamaan dan sifat wara’.
Seorang penuntut ilmu, senantiasa membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, menjaga waktunya (dari hal-hal yang tidak berguna), hingga engkau tidak melihatnya kecuali selalu mengambil manfaat, berpaling dari perkara yang sia-sia dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat saja. Seorang penuntut ilmu, apabila dia berbicara maka dia memberi manfaat dengan perkataannya, jika dia menulis maka dia memberi manfaat dengan tulisannya, hingga orang yang bermajelis dengannya tidak akan pernah kosong dari suatu manfaat.

يقدِّر قيمة العلم , ومكانة أهله , فهو يستفيد منهم , ويحترمهم , ويدعو لهم , ويترحم على أمواتهم .
Seorang penuntut ilmu, menghargai kemulian ilmu dan kedudukan ulama, dia mengambil ilmu dari para ulama, menhormati dan mendoakan mereka serta memohon rahmat untuk (ulama) yang sudah meninggal.
يكره الغيبة , ويمقت أهلها , ولا يرضى أن يذكر أحد عنده بسوء .
تراه متواضعاً , لا يرفع نفسه فوق منزلتها , ولا يتشبع بما لم يُعطَ , ولا يغتر بالمدح والثناء , والنفخ والإطراء , وليس يرغب في الشهرة , ولا طلب المنزلة عند الخلق , لأنه يعلم أن الرافع والواضع هو الله عز وجل , وليس فلانا ًمن الناس .
Seorang penuntut ilmu, membenci ghibah dan membenci orang yang suka berghibah, dia juga tidak ridho apabila aib seseorang dibicarakan di depannya. Engkau lihat seorang penuntut ilmu itu bersikap tawadhu’, tidak mengangkat dirinya melebihi kedudukannya yang sebenarnya, tidak berbangga dengan sesuatu yang tidak dia miliki, tidak tertipu dengan pujian dan sanjungan, tidak meninginkan ketenaran, tidak pula kedudukan di tengah-tengah manusia, karena dia tahu bahwa yang mampu mengangkat dan merendahkan seseorang hanyalah Allah Ta’ala, bukan seorang manusia.
صاحب دعوة ونصيحة للمسلمين , يأمر بالمعروف وينهى عن المنكر بحسب القواعد الشرعية والأصول المرعية .
وتراه حريصاً على جمع الكلمة , وتأليف القلوب , ويكره الفرقة بين أهل السنة , لأنه يعلم أن الفرقة قرينة البدعة , والجماعة قرينة السنة ؛ ولذا قيل : أهل السنة والجماعة , وأهل البدعة الفرقة .
Seorang penuntut ilmu, senantiasa berdakwah dan mensihati kaum muslimin, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar sesuai dengan kaidah-kaidah syari’ah dan tatanan masyarakat. Engkau lihat seorang penuntut ilmu itu sangat bersemangat dalam menyatukan ummat, merekatkan hati-hati mereka dan membenci perpecahan antara Ahlus Sunnah, karena dia mengetahui bahwa perpecahan itu selalu bersama kebid’ahan dan persatuan selalu menyertai sunnah. Oleh karenanya dikatakan, Ahlus Sunnah wal Jama’ah (persatuan)” dan Ahlus Bid’ah wal Furqoh (perpecahan)”.
وتراه عفيفاً في لسانه , فلا يطلقه في كل من هب ودرج من الناس , لأنه يعلم أنه محاسب على أقواله , كما أنه محاسب على أفعاله .
ويراعي المصلحة في كل ما يقوله ويفعله , فلا يفتح باباً للشر على الناس , ولا يخوض في أمر باطل , ولا يهرف بما لا يعرف , ولا يلج باباً إلا هو على بصيرة من أمره , يعرف مدخله ومخرجه . وقد أعدَّ للسؤال جواباً بين يدي الله عز وجل .
فهذه بعض صفات طالب العلم . رزقنا الله إياها !
Demikian pula engkau lihat seorang penuntut ilmu selalu menjaga lisannya, dia tidak mengomentari semua gosip dan isu yang tersebar di masyarakat, karena dia tahu bahwa semua perkataan dan perbuatannya akan dihisab.
Seorang penuntut ilmu, memperhatikan maslahat pada setiap perkataan dan perbuatannya, dia tidak membuka pintu (mencontohkan) keburukan bagi manusia, tidak membicarakan perkara yang batil, tidak sibuk dengan permasalahan yang tidak dipahaminya, dia tidak masuk dalam suatu pembicaraan kecuali berdasar ilmu, sehingga dia tahu penyebab masalah yang ada dan apa solusinya. Benar-benar dia telah menyiapkan jawaban di hadapan Allah Ta’ala kelak (atas semua perkataan dan perbuatannya).
Inilah sebagian sifat penuntut ilmu, semoga Allah Ta’ala menganugarahkan sifat-sifat tersebut kepada kita.
أما طالب الأنترنت ؛ فهو على خلاف ذلك , كما هو معلوم ومشاهد :
Adapun pecandu internet, keadaannya terbalik, sebagaimana telah dimaklumi dan disaksikan.
سفهٌ في الأخلاق , واستطالة على الأعراض , وضياع للأوقات من غير فائدة , وتهجم على الكبار والصغار من غير مراعاة لحرمة العلم أو السن أو الجاه والفضيلة , وتعالمٌ مقيت , وتتبع للعورات والزلات ؛ فهي فاكهة طالب الأنترنت المفضلة . ويبقى أيامه وأعوامه في حلْقة مفرغة , فلا هو استراح من نفسه , ولا أراح الناس من شره .
Pecandu internet akhlaqnya rendah, suka melanggar kehormatan, menyia-nyiakan waktu tanpa manfaat, menyerang siapa saja tanpa memperdulikan kemuliaan ilmu, umur, kehormatan dan keutamaan. Dia juga berlagak ‘alim, mencari-cari kekurangan dan kesalahan orang lain, semua itu adalah buah dari mencandu internet secara berlebihan. Hari dan tahun yang dia lalui kosong tak berarti, hingga akhirnya dia tidak bisa tenang dan tidak membiarkan orang lain tenang.
وبعد , فإن كنت ترغب أن تكون طالب علم , فدونك الطريق , وقد بانت لك معالمه .
وإن أبيت إلا أن تكون طالب أنترنت , فدونك الطريق , مليئة بالقاذورات والنجاسات , فتلطخ بها ما شئت , ولكن إياك أن تكذب على الناس فتزعم أنك طالب علم !
Maka, jika engkau ingin menjadi penuntut ilmu, jalannya ada di depanmu dan telah jelas bagimu tanda-tandanya. Namun jika kamu memilih jadi pecandu internet, jalannya juga ada di depanmu, yang dipenuhi dengan kotoran dan najis, maka kotorilah dirimu sesuai kehendakmu, akan tetapi janganlah engkau membohongi manusia, sehingga engkau disangka seorang penuntut ilmu!
Diterjemahkan dari website resmi Asy-Syaikh Abu Malik Abdul Hamid Al-Juhani hafizhahullah, Imam dan Khotib Masjid Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu di Yanbu’ Al-Bahr, juga Da’i di Kementrian Wakaf, Dakwah dan Bimbingan KSA, dari artikel yang berjudul:
[*] Nasihat ini beliau tulis sebagai nasihat kepada para penuntut ilmu yang berdakwah via internet, sekaligus sebagai celaan terhadap orang-orang yang suka menyebar kerusakan di internet, mengoyak persatuan Ahlus Sunnah dan membuat lari kaum muslimin dari dakwah yang penuh berkah ini